Nasional.Top

lisensi

Advertisement

Advertisement
Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026, 15:07 WIB
Last Updated 2026-08-25T11:34:20Z
ActivismCultureNasional.TopNews

Dua Pelestari Budaya Abdya Terima Anugerah Kebudayaan di Piasan Budaya 2026

Advertisement



Nasional.Top | Susoh — Dua sosok yang dinilai memiliki dedikasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh Barat Daya menerima Anugerah Kebudayaan dalam rangkaian Piasan Budaya Barat Selatan Aceh Tahun 2026 di Museum Susoh, Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Selasa, 25 Agustus 2026.


Keduanya yakni Usmadi, S.Pd., yang menerima penghargaan sebagai Pelestari dan Penggerak Kebudayaan, serta Lasmawati, sebagai Pelestari Pengetahuan Tradisional dan Adat Budaya.


Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam penutupan Piasan Budaya Barat Selatan Aceh Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Adat Khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW.


Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya yang diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Kerja Sama, Nazaruddin, S.Pd., M.M., turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutan Bupati Aceh Barat Daya yang disampaikan pada acara penutupan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada para pelestari budaya yang selama ini bekerja menjaga warisan budaya, termasuk mereka yang bekerja jauh dari sorotan publik.


Usmadi, Dedikasi di Balik Penetapan Situs Cagar Budaya


Usmadi, S.Pd. dinilai memiliki kontribusi dalam bidang kebudayaan selama masa pengabdiannya sebagai aparatur pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya.


Salah satu kontribusi pentingnya adalah keterlibatan dalam proses penetapan 11 Situs Cagar Budaya di Kabupaten Aceh Barat Daya.


Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam perlindungan dan pelestarian berbagai peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan daerah.


Selain itu, Usmadi juga turut berkontribusi dalam proses pengusulan Teuku Ben Mahmud sebagai Calon Pahlawan Nasional dari Aceh Barat Daya.


Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi yang telah diberikan dalam menjaga sejarah dan kebudayaan daerah.


Bagi Piasan Budaya, kerja pelestarian seperti yang dilakukan Usmadi menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya berbicara tentang pertunjukan dan tradisi, tetapi juga mencakup kerja panjang dalam mendokumentasikan, mengidentifikasi dan melindungi peninggalan sejarah.


Lasmawati dan Perjuangan Menjaga Warisan Aneuk Jamee


Sementara itu, Lasmawati menerima Anugerah Kebudayaan sebagai Pelestari Pengetahuan Tradisional dan Adat Budaya.


Ia dinilai konsisten dalam menjaga pengetahuan tradisional, tradisi lisan serta adat istiadat masyarakat Aneuk Jamee di Aceh Barat Daya.


Salah satu kontribusinya terlihat dalam proses pengusulan Langgolek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.


Proses tersebut telah dilakukan sejak 2024 dan kemudian membuahkan hasil dengan ditetapkannya Langgolek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2025.


Penetapan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya masyarakat Aneuk Jamee Susoh, Aceh Barat Daya.


Langgolek tidak hanya dipandang sebagai sebuah tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan pengetahuan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Penghargaan untuk Mereka yang Menjaga Budaya


Ketua Panitia Piasan Budaya Barat Selatan Aceh Tahun 2026, Rozal Nawafil, S.Tr.IP., M.M., mengatakan Anugerah Kebudayaan diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada para maestro, pelaku dan penggerak budaya yang selama ini konsisten menjaga warisan budaya.


Menurutnya, penghargaan tersebut sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada dua penerima.


Penghargaan itu juga menjadi simbol penghormatan kepada seluruh masyarakat, tokoh adat, budayawan, seniman, peneliti dan generasi terdahulu yang telah berkontribusi menjaga kebudayaan Aceh.


“Penghargaan ini sesungguhnya bukan hanya untuk penerima anugerah. Ini adalah penghargaan kita kepada semua orang yang pernah berjuang menjaga kebudayaan Aceh,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.


Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 sendiri menghadirkan sejumlah ruang pameran yang memperlihatkan kekayaan sejarah dan budaya kawasan Barat Selatan Aceh.


Di antaranya pameran arkeologi, etnografi, wastra, filologi, historika dan numismatika. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Desa Budaya Seuneulop, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya, dan Desa Budaya Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.


Pameran arkeologi menampilkan sejumlah temuan lepas hasil penelitian Aceh Culture and Education (ACTION) di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh.


Melalui pameran tersebut, masyarakat diajak melihat artefak bukan sekadar sebagai benda masa lalu, tetapi sebagai sumber pengetahuan tentang manusia, perdagangan, teknologi dan peradaban yang pernah berkembang di kawasan tersebut.


Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menilai keberadaan para pelestari budaya menjadi sangat penting di tengah perubahan zaman.


Budaya, tradisi dan pengetahuan lokal tidak akan bertahan hanya dengan menyimpannya di museum. Dibutuhkan orang-orang yang mau mempelajari, merawat, mendokumentasikan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.


Karena itu, Anugerah Kebudayaan dalam Piasan Budaya 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semakin banyak masyarakat untuk mengambil peran dalam pelestarian kebudayaan.