Nasional.Top

lisensi

Advertisement

Advertisement
Redaksi
Selasa, 21 April 2026, 19:41 WIB
Last Updated 2026-04-21T13:04:55Z
ActivismCultureNews

Ampon Bang Kunjungi Museum Susoh, Telusuri Genealogi Teuku Ben Mahmud dan Jejak Sejarah Pesisir Barat Aceh

Advertisement
Drs. H. Teuku Zulkarnaini (Ampon Bang), Anggota DPR RI Komisi VII, didampingi Kementerian Pariwisata RI, saat mengunjungi Museum Susoh.

Nasional.Top, Susoh – Drs. H. Teuku Zulkarnaini (Ampon Bang), Anggota DPR RI Komisi VII, melakukan kunjungan ke Museum Susoh yang berlokasi di Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Selasa (21/04/2026). Kunjungan ini turut didampingi oleh perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rosalin Petrina Kristianti, yang menjabat sebagai Adyatama Parekraf Ahli Muda Kemenpar RI.


Kunjungan mantan Bupati Nagan Raya periode 2006–2011 dan 2012–2017 yang juga Wareh Uleebalang Beutong serta Habib Muda Seunagan ini disambut langsung oleh Kurator Museum Susoh sekaligus Ketua DPP Aceh Culture and Education (Action) Aris Faisal Djamin, Sekretaris DPP Action Rozal Nawafil, Kepala Museum Susoh Teuku Ilham Apriliansyah, serta Kader Action Teuku Halfi Hamdillah yang merupakan wareh Teuku Ben Seunagan.


Dalam kunjungannya, Ampon Bang selain meninjau langsung koleksi Museum Susoh, juga menanyakan secara mendalam berbagai hal terkait genealogi Teuku Bentara Mahmud Setia Raja, tokoh yang diusulkan sebagai Calon Pahlawan Nasional dari Aceh Barat Daya.


Berdasarkan penelitian Balitbang Action yang dirangkum dalam buku Teuku Bentara Mahmud Setia Raja: Pahlawan Besar Perang Aceh, mengutip laporan Kontroler Tapaktuan, disebutkan bahwa pada Oktober 1899 Teuku Ben Mahmud yang sempat mengungsi ke wilayah Gayo kembali ke pesisir dan membangun kekuatan baru di Meukek dengan mengangkat Habib Seunagan sebagai panglima.


Pasukan tersebut sempat menguasai kawasan perbukitan di sekitar Dama Tutong, namun kemudian berhasil dipukul mundur oleh patroli Belanda di bawah pimpinan Letnan Habraken. Selanjutnya, pada 31 Oktober, patroli Belanda yang dipimpin Sersan Zasiman dengan kekuatan sekitar 45 bayonet kembali bentrok dengan pasukan Habib Seunagan di wilayah Batee Tunggai. Dalam pertempuran tersebut, dua orang dari pihak pasukan Habib gugur, sementara pihak Belanda berhasil merebut satu senapan dan sejumlah senjata tajam.


Secara genealogis, diketahui bahwa Habib Seunagan merupakan kakek moyang dari pihak ibu Ampon Bang, dengan silsilah:

H. T. Zulkarnaini putra Teuku Raja Azman dengan Cut Wan Zainab binti Abu Habib Muda Seunagan bin Teungku Padang Siali bin Habib Seunagan Qutubul Wujud.


Ketua DPP Action Aris Faisal Djamin menyampaikan bahwa pihak Museum Susoh merasa sangat bangga atas kunjungan tersebut. Ia menilai kunjungan ini merupakan balasan atas silaturahmi sebelumnya yang dilakukan tim Action ke makam Habib Seunagan Qutubul Wujud di Puloe Ie pada 18 April lalu.


“Secara historis, keluarga Bentara Blangpidie memiliki hubungan kekerabatan erat dengan Habib Seunagan, yang merupakan kakek dari pihak ibu Ampon Bang. Hubungan ini bermula dari pernikahan Habib Seunagan dengan seorang putri Blangpidie yang memiliki garis keturunan Adja Syarifah Kalimah, yang menikah dengan Syekh Muhammad Thahir Blangpidie,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa hubungan tersebut berlanjut melalui Haji Ilyas—anak dari Adja Kalimah—yang menikah dengan Adja Mutia, putri Habib Mustafa dengan Cut Asiah binti Teuku Ben Mahmud Blangpidie.


Sebagai bentuk apresiasi, pihak Museum Susoh turut menyerahkan buku setebal 780 halaman berjudul The Pepper Coast: Tinjauan Sejarah, Arkeologi, dan Ekonomi Rempah di Bandar Susoh dan Kuala Batu sebagai kenang-kenangan atas kunjungan tersebut. Buku ini merupakan hasil penelitian para peneliti Balitbang Aceh Culture and Education (Action).


Kunjungan ini diharapkan dapat semakin memperkuat upaya pelestarian sejarah lokal serta mendorong pengakuan nasional terhadap perjuangan Teuku Ben Mahmud dan tokoh-tokoh lainnya dari Aceh. (RNa)