Nasional.Top

lisensi

Advertisement

Advertisement
Selasa, 21 April 2026, 23:50 WIB
Last Updated 2026-04-21T16:50:34Z
ActivismNewsPolitic

HMI Komisariat Sains dan Teknologi Selenggarakan Basic Training LK I ke-X, Fokus Pembinaan Kader yang berkualitas

Advertisement


 

Nasional.Top, Banda Aceh — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi (Komfastek) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas kader melalui penyelenggaraan Basic Training (Latihan Kader I/LK I) ke-X. Kegiatan kaderisasi ini berlangsung selama satu hari dua malam dan diikuti oleh 20 peserta terpilih dari total 26 pendaftar yang telah melalui proses seleksi secara ketat dan berjenjang.


Mengusung tema “Generasi Ulul Albab 4.0: Membangun Kader Saintis-Teknolog Beriman, Berakhlakul Karimah, dan Berkomitmen pada Perjuangan Islam Melalui Sains dan Teknologi di Era Revolusi Digital”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan intelektual, tetapi juga diarahkan pada pembinaan karakter, spiritualitas, serta kesadaran sosial kader di tengah dinamika perkembangan teknologi modern.

 

Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi, Masrahul Wajdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi yang menentukan arah gerak dan keberlanjutan HMI ke depan. Ia menyebutkan bahwa LK I menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai dasar perjuangan HMI, sekaligus membentuk pola pikir kritis, progresif, dan responsif terhadap persoalan umat dan bangsa.

 

“LK I bukan sekadar kegiatan formal, tetapi merupakan ruang pembelajaran strategis untuk membentuk insan akademis yang berintegritas, memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Masrahul Wajdi.

 

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi dasar ke-HMI-an, keislaman, kepemimpinan, serta wawasan keilmuan yang relevan dengan bidang sains dan teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif, simulasi kepemimpinan, serta pembinaan mental dan spiritual yang dirancang untuk memperkuat kapasitas individu maupun kolektif peserta.

 

Ketua Panitia, Murdanil, dalam laporannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen peserta telah dimulai sejak 2 hingga 12 April 2026. Tahapan seleksi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kesiapan, komitmen, serta potensi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 20 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti kegiatan hingga selesai.

 

Dari aspek pendanaan, kegiatan ini terlaksana melalui kontribusi dukungan sukarela dari para alumni. Keterlibatan alumni dinilai menjadi bukti nyata adanya solidaritas dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga keberlangsungan proses kaderisasi di lingkungan Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi.

 

Panitia pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan kegiatan ini. Mulai dari panitia, instruktur, hingga alumni, seluruhnya dinilai telah memberikan dedikasi terbaik dalam bentuk tenaga, waktu, dan pemikiran.

 

Namun demikian, panitia tidak menutup kemungkinan masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. Ketua Panitia menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan, baik dalam aspek teknis, pelayanan, maupun fasilitas yang tersedia, seraya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah diupayakan secara maksimal sesuai kemampuan yang ada.

 

Sebagai penutup, panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan mampu menjadi titik awal pembentukan kader yang militan, berintegritas, dan siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat. Peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan akademik maupun sosial.

 

Pesan tersebut dipertegas dengan kutipan dari Imam Syafi’i, “Jika kalian tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka kalian akan menanggung perihnya kebodohan.” Dengan mengusung semangat “Yakin Usaha Sampai”, LK I ke-X ini diharapkan mampu melahirkan generasi kader yang adaptif, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.