Nasional.Top

lisensi

Advertisement

Advertisement
Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026, 17:06 WIB
Last Updated 2026-03-28T10:45:51Z
ActivismCultureNews

Haul ke-52 Teuku Ben Mahmud Digelar di Abdya, Keluarga Dorong Penetapan Pahlawan Nasional

Advertisement
Staf Ahli Bupati Abdya Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Jufri Yusuf, S.Ag., M.M., menyampaikan sambutan pada Haul ke-52 Teuku Ben Mahmud Setia Radja di Rumoh Tuha Cut Hasnah Oemar (Museum Susoh), Sabtu (28/3/2026).


Nasional.Top | Aceh Barat Daya – Haul ke-52 Teuku Ben Mahmud Setia Radja berlangsung khidmat di Museum Susoh–Rumoh Tuha Cut Hasnah binti Teuku Oemar bin Teuku Radja Tjoet bin Teuku Nyak Sawang–Raja Muda Blang Pedir bin Teuku Nyak Bentara Agam–Gampong Padang Hilir, Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Sabtu (28/3/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar Teuku Ben Mahmud, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dari wilayah Tripa hingga Trumon Raya.


Acara diawali pembukaan oleh Egi Salman Alvarizy, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Arya Alhafidz, serta laporan Ketua Panitia, Teuku Fajri.


Dalam sambutannya, Panglima Kawom Teuku Bentara Blang Mahmud Setia Radja, Teuku Syahrol bin Teuku Idris bin Teuku Karim bin Teuku Ben Mahmud, menyampaikan bahwa peringatan haul ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan keluarga besar keturunan.


“Perayaan haul ke-52 ini bertujuan untuk menyatukan sanak saudara, mulai dari Tripa hingga ke Trumon Raya,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua TP2GK Aceh Barat Daya, Aris Faisal Djamin, kembali menegaskan komitmen pihak keluarga dalam mendorong pengusulan Teuku Ben Mahmud sebagai Pahlawan Nasional.


“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dapat meneruskan usulan ini ke tingkat provinsi melalui Gubernur, sehingga prosesnya dapat meningkat ke tingkat nasional,” katanya.


Mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Jufri Yusuf, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ia menegaskan bahwa Teuku Ben Mahmud Setia Radja merupakan sosok penting dalam sejarah perjuangan Aceh Barat Daya yang telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat, agama, dan tanah air.


“Peringatan haul ini bukan hanya mengenang, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, keberanian, dan pengabdian yang telah dicontohkan oleh almarhum,” ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta melanjutkan perjuangan melalui pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah oleh Teungku Andri Suardi Al-Hasyimi yang mengulas perjalanan perjuangan Teuku Ben Mahmud Setia Radja.


Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa Teuku Ben Mahmud merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah perlawanan rakyat Aceh terhadap kolonialisme Belanda, bahkan dijuluki sebagai gerilyawan berkaliber internasional.


Ia memimpin perang gerilya panjang di wilayah pantai barat selatan Aceh hingga ke Tanah Batak, dengan jaringan perlawanan luas yang membuat Belanda kesulitan selama lebih dari satu dekade.


“Teuku Ben Mahmud tidak pernah benar-benar kalah. Ia hanya berpindah medan perjuangan, dari hutan ke masjid, dari senjata ke hikmah. Iman perjuangan beliau tidak pernah goyah,” demikian disampaikan dalam tausiyah tersebut.


Selain dikenal sebagai panglima perang yang tangguh, ia juga merupakan sosok pemimpin spiritual yang tetap membina masyarakat bahkan setelah masa pengasingannya di Maluku Utara.


Teuku Ben Mahmud wafat pada 28 Maret 1974 di Saramaake, Halmahera Timur, dan dimakamkan di Bukit Rahmat. Meski wafat jauh dari tanah kelahirannya, semangat perjuangannya tetap hidup dalam ingatan masyarakat.


Kegiatan haul ditutup dengan samadiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh Teuku Hamid, serta dilanjutkan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi.


Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menghargai jasa para pahlawan serta melanjutkan semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. (RNa)