Nasional.Top

lisensi

Advertisement

Advertisement
Redaktur
Kamis, 13 Agustus 2026, 18:32 WIB
Last Updated 2026-08-13T12:59:20Z
Nasional.TopNews

Ulama Kharismatik Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi Ziarah ke Makam Tgk. Khalilullah

Advertisement

Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi Ziarah ke Makam Tgk. Khalilullah

SIMEULUE CUT — Suasana penuh keberkahan dan kekhidmatan menyelimuti kompleks Makam Tgk. Khalilullah (Tgk. Di Ujung) di Desa Latak Ayah, Kecamatan Simeulue Cut. Ulama kharismatik Aceh sekaligus Pengasuh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I), Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi, hadir memimpin jemaah dalam ziarah dan doa bersama.


Kunjungan ulama besar ini menjadi momentum spiritual yang mendalam untuk mengenang Tgk. Di Ujung—tokoh ulama legendaris yang membawa syiar Islam pertama kali ke Pulau Simeulue.


Wibawa dan kesejukan Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi begitu terasa saat beliau memimpin langsung prosesi ziarah, pembacaan zikir, salawat, hingga doa bersama di hadapan makam. Dalam suasana tenang dan bening, ratusan jemaah dan warga hanyut dalam lantunan doa yang dipimpin sang syekh.


Kehadiran ulama kharismatik ini pun disambut antusias dan haru oleh masyarakat setempat. Warga berbondong-bondong hadir tidak hanya untuk mengikuti ritual ziarah, tetapi juga untuk menyapa dan meraup keberkahan (tabarruk) dari silaturahmi bersama beliau.


Makam Tgk. Khalilullah sendiri merupakan pusat spiritualitas yang amat dihormati di Simeulue. Kehadiran Abuya H. Amran Wali seolah menghubungkan kembali mata rantai sanad keilmuan dan perjuangan dakwah para wali terdahulu dengan generasi hari ini.


Usai memimpin doa dan zikir, Abuya beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Kampung Aie, Kecamatan Simeulue Tengah. Di sana, beliau disambut hangat oleh warga untuk bersilaturahmi sekaligus memenuhi undangan makan malam bersama.


Ziarah ini tidak sekadar menjadi perjalanan kenangan, tetapi juga ruang syiar spiritual untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah. Sosok kharismatik Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi kembali menegaskan bahwa warisan dakwah dan kearifan para ulama masa lalu harus terus dihidupkan melalui zikir, doa, dan keteladanan akhlak.