Advertisement
Nasional.Top | Meulaboh, Aceh Barat — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ACTION (Aceh Culture and Education) dari empat kabupaten di kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela), yaitu Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Selatan, menggelar Rapat Kerja Pimpinan Wilayah (Rakerwil) ACTION 2026 pada Minggu, 28 Juni 2026, di KM Kupi, Meulaboh, Aceh Barat.
Mengusung tema "Bersinergi, Berkarya, Berdampak", Rakerwil menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah program kerja bersama dalam mendukung pemajuan kebudayaan di wilayah Barsela.
Rakerwil dihadiri oleh Ketua DPP ACTION Aris Faisal Djamin, Ketua DPW ACTION Aceh Barat Mukhsin selaku tuan rumah, Ketua DPW ACTION Nagan Raya Teuku Zuhrial Fazlul Aziz, Ketua DPW ACTION Aceh Barat Daya Sayyid Muhammad Badrul Ikhsan Saaf, serta Ketua DPW ACTION Aceh Selatan Muhammad Andri Fihkri.
Melalui rapat tersebut, seluruh pimpinan wilayah menyepakati sejumlah program prioritas yang berfokus pada pemajuan kebudayaan di empat kabupaten Barsela. Program tersebut meliputi pelestarian dan perawatan situs-situs cagar budaya melalui kegiatan pembersihan dan pemeliharaan berkala, penyelenggaraan seminar, diskusi sejarah dan kebudayaan, edukasi kepada generasi muda, serta berbagai kegiatan kolaboratif lainnya guna memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya Aceh.
Rakerwil juga membahas persiapan pelaksanaan Muktamar ACTION yang direncanakan akan digelar di Kabupaten Aceh Selatan. Dalam kesempatan tersebut, DPW ACTION Aceh Selatan menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah dan berkomitmen menyukseskan pelaksanaan muktamar sebagai momentum penguatan organisasi sekaligus gerakan pelestarian budaya.
Usai rapat kerja, jajaran DPP dan DPW ACTION mengunjungi sejumlah Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Lokasi pertama adalah makam Datok Janggot Meuh. Selanjutnya, rombongan mengunjungi makam Baba Wan dan Teungku Chik Meureubo Syaikh Maulana Abdul Rani Zil Bayan Autad Qutbul Wujud Habib Seunagan, yang diusulkan sebagai Cagar Budaya di Aceh Barat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen ACTION dalam mendorong pelestarian situs-situs bersejarah, khususnya Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), memperkuat literasi sejarah lokal, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya dan peradaban Aceh sebagai identitas yang harus dilestarikan bersama.
Ketua DPP ACTION Aris Faisal Djamin menyampaikan bahwa hasil Rakerwil diharapkan menjadi pijakan bersama dalam membangun gerakan kebudayaan yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas daerah, sehingga pelestarian sejarah, adat, dan budaya Aceh dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Rakerwil ACTION 2026 ditutup dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam hadih maja "Putoh ngon Mufakat, Kuat ngon Meuseuraya." Falsafah tersebut mengandung makna bahwa keputusan yang diambil melalui musyawarah akan mencapai mufakat, sedangkan pekerjaan yang berat akan menjadi kuat dan terlaksana apabila dikerjakan secara bersama-sama atau bergotong royong. Semangat inilah yang menjadi landasan ACTION untuk terus bersinergi, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi pemajuan kebudayaan Aceh. (RNa)

