Advertisement
Nasional.Top | Susoh — Antusiasme masyarakat terhadap Piasan Budaya Barat Selatan Aceh terus meningkat. Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Museum Susoh, Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ramai dikunjungi ratusan pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti, pegiat kebudayaan, hingga masyarakat umum.
Pameran Etnografi dan Arkeologi yang berlangsung sejak 21 hingga 24 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan sejarah dan kebudayaan kawasan Barat Selatan (Barsela) Aceh kepada masyarakat luas.
Pada hari ketiga, kunjungan datang dari berbagai kalangan. Ratusan siswa dan siswi tingkat SD dan SMP, sejumlah pondok pesantren, hingga mahasiswa turut memanfaatkan momentum tersebut untuk melihat secara langsung berbagai koleksi dan peninggalan sejarah yang dipamerkan di Museum Susoh.
Tidak hanya kalangan pelajar, kunjungan juga datang dari mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dosen dari Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, serta utusan Museum Pidie Jaya.
Sejumlah unsur masyarakat dan organisasi perempuan juga turut hadir, di antaranya pengurus TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Aceh Barat Daya, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Kehadiran akademisi, peneliti, pengelola museum, pegiat kebudayaan, dan masyarakat umum memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Piasan Budaya. Pameran tidak hanya menjadi tempat melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengetahuan mengenai sejarah, tradisi, dan kebudayaan masyarakat Barsela Aceh.
Bagi para pelajar, kunjungan ke Museum Susoh menjadi pengalaman belajar yang berbeda. Mereka dapat melihat langsung benda-benda sejarah dan peninggalan masa lalu yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui buku pelajaran atau cerita yang diwariskan secara lisan.
Pameran Etnografi dan Arkeologi sebagai salah satu agenda utama Piasan Budaya menampilkan berbagai koleksi etnografi, arkeologi, filologi, numismatik, wastra, dan berbagai peninggalan budaya lainnya yang merekam perjalanan kehidupan masyarakat serta peradaban di kawasan Barat Selatan Aceh.
Kehadiran para pelajar diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan sekaligus kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan daerah. Sebab, mengenal warisan masa lalu menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh tidak hanya menghadirkan pameran sejarah dan kebudayaan. Kegiatan ini juga menghadirkan UMKM Desa Budaya, yang menampilkan produk lokal dan kerajinan khas dari Desa Budaya Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, serta Desa Budaya Seunelop, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya.
Kehadiran UMKM Desa Budaya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif berbasis kebudayaan kepada masyarakat. Produk dan kerajinan yang ditampilkan sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh dilaksanakan oleh Aceh Culture and Education (ACTION) sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, merawat cagar budaya, memperluas edukasi masyarakat, serta membangun ruang silaturahmi lintas kalangan.
Setelah berlangsung selama tiga hari dan mendapat kunjungan dari berbagai lapisan masyarakat, Senin, 24 Agustus 2026, menjadi hari terakhir Pameran Etnografi dan Arkeologi serta Pameran UMKM Desa Budaya.
Sementara itu, rangkaian Piasan Budaya Barat Selatan Aceh akan ditutup pada Selasa, 25 Agustus 2026, melalui Adat Khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW dan Anugerah Kebudayaan.
Adat Khanduri Maulid akan menghadirkan sejumlah tradisi khas masyarakat Aceh, seperti Dalail Khairat, Idang Meulapeh, Idang Hias, kajian keagamaan, dan makan bersama.
Momentum penutupan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk kembali menghidupkan tradisi, mempererat silaturahmi, sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama.
Selain itu, Anugerah Kebudayaan akan menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh maupun pegiat yang dinilai berjasa dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Ramainya kunjungan pada hari ketiga menunjukkan bahwa Museum Susoh tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan antara sejarah, pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan masyarakat.
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh pun menjadi momentum untuk mempertemukan generasi muda dengan warisan leluhur sekaligus mengajak masyarakat luas mengenal, menghargai, dan bersama-sama menjaga kekayaan budaya Barsela Aceh.
